Senin, 24 Mei 2010

  • Pemuda Indonesia, Dulu dan Kini


    Okezone.com - ”Berilah aku seratus orang tua. Dengan seratus orang tua ini aku akan memindahkan Gunung Semeru. Tetapi, beri aku sepuluh pemuda, karena dengan mereka aku akan mengguncangkan dunia.”

    Demikian seruan Ir Soekarno pada Kongres II Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang menunjukkan bahwa Bung Karno begitu menghargai pemuda dan menunjukkan betapa kuatnya pemuda. Berlebihankah pernyataan Presiden Republik Indonesia pertama itu? Tentu tidak. Sejarah telah membuktikan betapa pentingnya arti pemuda dalam pergerakan kebangsaan.Pemudalah yang menjadi lokomotif perjuangan kemerdekaan di Indonesia dan penyeru kebangkitan nasional.

    Telah banyak peristiwa yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diprakarsai para pemuda. Misalnya, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang sekarang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional,dan Proklamasi 17 Agustus 1945.

    Pada masa itu para pemuda bersatu padu mewujudkan cita-cita memerdekakan bumi pertiwi tanpa membeda-bedakan suku,agama,dan kebudayaan demi satu tujuan,yakni Indonesia merdeka.Sekarang di mana semangat para pemuda itu? Para pemuda sekarang mayoritas hanya diam, peduli pada nasib masing-masing. Jiwa nasionalis dan sosial seakan memudar. Kalaupun ada yang peduli pada nasib bangsa ini,jumlahnya tidak lebih besar dari yang apatis.

    Bahkan, banyak dari mereka yang ”peduli” hanya berteriak-teriak memprotes pemerintah tanpa bergerak sendiri, bertindak, atau berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang berarti untuk kemajuan bangsa. Jarang ditemukan, misalnya tindakan konkret seperti memberi pendidikan pada anak-anak yang kurang mampu dengan mendirikan kelompok- kelompok belajar, atau kegiatan lain sesuai kemampuan dan keahlian dari para pemuda Indonesia sendiri.Lebih ironis lagi, pemuda masa kini justru dianggap sebagai generasi yang kurang produktif, kurang bertanggung jawab, dan mudah terpengaruh.

    Namun, tentu saja pemuda saat ini juga masih berperan untuk bangsa ini.Kita masih sering melihat bagaimana para pemuda menentang kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

    Misalnya, disahkannya Undang-Undang No 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) beberapa waktu lalu, yang pada akhirnya dibatalkan atas desakan masyarakat dan mahasiswa. Namun, rakyat masih berharap lebih dari peran pemuda. Peran itu adalah pemuda dituntut ikut andil dalam memajukan dan menyejahterakan bangsa. Karena itu, pemuda Indonesia kini harus segera berbenah diri demi kemajuan bangsa ini.Indonesia butuh pemuda yang idealis, nasionalis, berjiwa patriot, ikhlas, cerdas, dan cepat dalam bertindak. (*)
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Search....

    Doa Seorang Anak Pada Saat Wisuda Mahasiswa/i Medicom

    ingin memberikan komentar tentang video ini, Silahkan klik disini». Terima Kasih

    Copyright @ 2013 Sahabat Medicom.