We Help You To Renovate Your Blogger Blog With Awesomeness!

Minggu, 25 Juli 2010

  • Modifikasi Notebook Agar Performa Layaknya Desktop

    (okeZone.com) Hardcoregamer tak hanya menghabiskan waktu berjam-jam di layar komputer untuk menguasai sebuah permainan. Sebagian dari mereka juga 'gila' dalam memodifikasi personal computer (PC) sebagai media untuk bermain game menjadi 'senjata' yang ampuh.

    Umumnya, hardcore gamer memang tidak akan puas sekadar menguasai trik atau skill tinggi dalam membinasakan lawan di sebuah permainan. Tantangan lainnya justru tersaji lewat aksi memodifikasi laptop/desktop sesuai keinginan. Utamanya menghasilkan render sempurna dan realistis, yang membuat bermain game menjadi lebih nikmat. Jadi, jangan heran jika Edward, 26, rela merogoh koceknya hingga lebih dari Rp60 juta untuk melakukan modifikasi 'ekstrem' terhadap notebook gaming Alienware Mx17 miliknya.

    Prosesor notebook miliknya menggunakan Intel Core i7 920XM Extreme Edition 2.0GHz (3.2GHz Turbo Mode, 8MB Cache). Kemudian RAM-nya ia tingkatkan dari 8 GB menjadi 16 GB Dual Channel DDR3. Sementara video card-nya menggunakan Dual 1GB ATI Radeon Mobility HD 4870.

    "Hanya monitornya yang tidak saya ganti, tetap menggunakan bawaannya, 17 inci, agar masih muat di-backpack atau travel bag. Overall, saya sangat puas dengan kinerjanya," kata Edward sembari menyebut bahwa modifikasi tersebut ia lakukan di Jakarta.

    Selain bermain game, Edward memanfaatkan laptop-nya itu untuk menunjang pekerjaannya di bidang video editing/animasi. Bagi Edward, apapun yang dibutuhkan selama bisa mendukung pekerjaannya, tidak jadi masalah. Termasuk ketika harus menguras koceknya.

    "Dengan spek sekarang, untuk mengedit dan menciptakan video animasi, saya bisa menghemat waktu. Pekerjaan yang tadinya saya kerjakan dua hingga tiga hari di laptop biasa, sekarang bisa dilakukan sehari saja," tutur Edward. Pekerjaannya yang mobile, kata Edward, memang membutuhkan perangkat pendukung canggih.
    "Dengan laptop yang telah dimodifikasi ini, saya benar-benar bisa optimal, baik itu urusan pekerjaan maupun bermain game," ujarnya yang sudah memiliki notebook Alienware selama hampir satu tahun ini. Notebook yang telah dimodifikasi itu, kata Edward, membuatnya lebih produktif.

    "Semuanya menjadi sangat cepat, seberat apapun pekerjaan saya di bidang animasi dapat dilakukan," ungkapnya lagi. Dia mengaku tidak rugi untuk mengeluarkan uang dengan nilai yang relatif besar untuk membeli dan memodifikasi perangkat notebook yang mahal.

    "Insya Allah dalam tiga bulan ini saya bisa menutup apa yang sudah saya keluarkan," tukasnya.
  • Legenda Mata Air 7 Rasa di Aek Sipitu Dai - Pulau Samosir

    Seolah benar kekuatan magis dari Mata Air 7 Rasa ini. Itulah alasan utama bagi sebagian besar orang datang ke Aek Sipitu Dai.

    PAGI masih belum lama naik dan matahari belum berada pada porosnya saat kami baru memulai perjalanan. Bahkan angin sepoi-sepoi masih terasa membelai wajah yang masih menahan kantuk akibat udara dingin yang menyelimuti semalaman, sehingga sulit rasanya untuk bisa tidur nyenyak di atas kapal feri yang mengangkut orang-orang untuk berjualan di pasar Balige. Jam kami masih menunjukkan pukul sembilan waktu setempat.

    Sambil memandang deru gelombang air danau yang berdesir beriringan bersama suara mesin kapal, sesekali kernet kapal berteriak kepada anak-anak yang berdiri di pinggiran kapal agar tidak berdiri di sana. Pantas aja dilarang, karena saya sendiri merasa seperti ada gravitasi yang berlebihan menarik ke bawah kala saya mencoba untuk memandangi gelombang hijau dan biru air danau dari pinggir kapal.

    Kurang lebih selama setengah jam kami berada di atas kapal, akhirnya feri yang kami tumpangi berhenti dan mendarat tepat di depan gardu yang bertuliskan Feri Kepulauan Tao Toba I – II. Seketika itu pula hiruk-pikuk orang-orang setempat menyambut kedatangan kapal transit ini. Mulai dari yang menawarkan ojek, berteriak lantang menawarkan dagangannya—semua bercampur satu. Kira-kira begitulah kepadatan pasar yang menghiasi Pulau Samosir itu.

    Ekspedisi Dimulai
    Bersama mobil yang dibawa dari Parapat, dengan sigap kami beranjak meninggalkan pelabuhan terminal feri tersebut. Begitu mobil kami keluar dari arah sebelah kanan pelabuhan, lalu-lalang penjual aksesoris Tapanuli Utara seperti ulos dan pernak-pernik gantungan kunci rumah Batak tampak sibuk memanggil-manggil semua orang yang lewat di depan gerai mereka. Sesekali tampak pula kerutan di wajah calon pembeli—mungkin karena harga selangit yang ditawarkan penjual.

    Dari pengemudi yang membawa mobil kami, saya juga baru tau kalau ternyata hampir semua penduduk di sini tau arah jalan menuju mata air yang berada di Kecamatan Sianjur Mula-Mula tersebut. Jadi, kamu nggak perlu khawatir tersesat untuk mencapai Mata Air 7 Rasa ini, karena kamu bisa langsung bertanya kepada penduduk lokal di sana—bahkan dengan anak-anak sekali pun. Meski mudah untuk menemukan lokasi Mata Air 7 Rasa ini, tapi untuk mencapainya tidak demikian. Jalan yang kurang lebar, bergelombang dan berbatu harus ditempuh hampir selama satu jam perjalanan. So, kalau kamu kepikiran buat ke mari, lebih baik memakai mobil off road demi kenyamanan kamu.

    Oh, ya, selama dalam perjalanan ini saya terus bertanya dalam hati soal rasa mata air yang disebut-sebut orang memiliki 7 rasa berbeda itu. ”Apa iya?” lamun saya. Aek Sipitu Dai ini terletak di perkampungan dengan nama yang sama juga, yakni Desa Sipitu Dai. Nah, perkampungan ini berada di garis lingkar Pusuk Buhit, di Lembah Sagala dan Limbong Mulana. Jalan menuju Aek Sipitu Dai ini memang cukup berliku karena nggak jarang jalannya menurun. Tapi kini jarak ke Pangururan ibukota Kabupaten Samosir ini udah bisa ditempuh selama 30 menit. Setelah dari sini, tinggal mengarahkan mobil ke arah kiri sekitar 7-8 kilometer dan masuk ke Desa Limbong.

    Melewati Kota Pangururan, kami juga sempat lewat dari Jembatan Tano Ponggol. Sebenarnya, ini adalah terusan yang misahin Pulau Samosir dengan daratan Sumatera. Dulu pembangunannya malah udah dimulai sejak Pemerintah Kolonial Belanda dengan sistem kerja rodi. Namun saat kami melintas, air yang berada di bawah jembatan terlihat kering. Setibanya kami di lokasi Desa Sipitu Dai, barulah kami tau kalau ternyata sudah 4 bulan tidak turun hujan di sana.

    Dari Jembatan Tano Ponggol ini, seorang teman yang ikut bersama kami menuturkan bahwa objek wisata yang dituju udah nggak jauh. Tinggal mengarahkan kemudi setir dari jalan ring road Pusuk Buhit ke arah kiri, maka kami pun akan tiba di Aek Sipitu Dai lokasi Mata Air 7 Rasa itu.

    Sepanjang perjalanan, pemandangan rumah Batak juga cukup mencuci mata kami. Rumah Batak ini merupakan rumah panggung yang terbuat dari kayu tanpa paku yang dilengkapi atap dan tangga. Sayang, kebanyakan dari rumah semi adat itu, udah nggak asli lagi. Karena atap yang dipakai udah dibuat dari genteng, bukan lagi dari rumbia yang sebenarnya merupakan elemen asli rumah Batak. Sambil melihat sekilas dari kaca mobil, saya juga mendapati bahwa kediaman itu punya struktur yang lebih tinggi di bagian belakang ketimbang depannya. Struktur ini menggambarkan agar kehidupan sang anak jauh lebih baik ketimbang orangtuanya.

    Disambut dengan Hangat
    Tanpa memakai alas kaki di tengah terik matahari, lalu-lalang anak-anak kecil yang berkejar-kejaran menyambut kedatangan kami. Sambil tertawa lepas, ada pula di antara mereka yang lari ke rumah dan mengintip dari jendela untuk melihat apa yang akan kami lakukan waktu itu. Tapi, ada pula dari anak-anak itu yang malah nggak keberatan sama sekali—bahkan dengan senyum lepas—bersedia diabadikan ketika kamera fotografer kami mengarah dan membidik mereka sambil menggendong anjing kampung yang tinggal bersama mereka. Maka kenarsisan nggak cuma punya orang kota doang.

    Sambil mengucapkan salam terhadap anak-anak kecil yang berpenampilan lusuh itu, beberapa bungkus snack sengaja saya keluarkan untuk mereka. Seketika, seorang wanita yang sudah sangat tua yang dipanggil *ompung menghampiri dan mengajak kami untuk makan di rumahnya. Hmm, rupanya orang-orang di sini punya kebiasaan untuk mengundang siapa saja baik itu pendatang baru atau turis untuk dijamu di rumah mereka. Sekali pun jamuannya cukup sederhana, karena hanya berupa ubi goreng dan teh manis, bagi mereka seolah menjadi kewajiban untuk menjamu tamu yang datang.

    Well, kampung ini juga udah bisa dibilang mendapat sentuhan modernisasi. Karena waktu kami dipersilakan masuk, beberapa perkakas rumah merupakan peralatan yang sering ditemui di kota. Seperti rice cooker dan dispenser misalnya. Seorang *amang juga ikut menghampiri kami yang baru tiba saat itu. Ujarnya, “Mau ke mana, *Ito?”

    “Mau melihat-lihat Aek Sipitu Dai ini, Amang,” jawab saya ramah, sehingga dia pun mengantarkan kami masuk ke sumber Mata Air 7 Rasa itu. Sebelum memasuki area mata air itu, tepat di bagian pertama sebelah kiri tumbuh sebatang pohon yang mirip dengan pohon beringin yang umurnya udah mencapai ratusan tahun. Oh, ya, pohon ini nggak tumbuh normal kayak pohon lain karena pohon ini bisa hidup di atas air sebelah hulu Aek Sipitu Dai ini. Padahal sebelumnya sempat si amang berujar kalau, “Tidak pernah ada ikan yang berhasil dikembangbiakkan di mata air ini.”

    Aek Sipitu Dai ini ternyata udah mengalami beberapa kali renovasi. Awalnya belum ada dibangun pintu masuk menuju pancuran hilir Mata Air 7 Rasa ini. Namun sekitar 3-4 tahun belakangan, barulah dibangun semacam pintu masuk yang dihiasi patung ornamen Batak di bagian depannya. Selain itu pancuran juga udah dipermak dengan patung-patung wanita yang memegang kendi atau bambu sebagai saluran keluarnya air berbagai rasa itu. Dan dari bambu atau kendi itulah keluar air yang rasanya berbeda-beda.
  • Minggu, 18 Juli 2010

  • Hati-Hati Cari Beasiswa

    AKARTA - Meski informasi tentang beasiswa dalam dan luar negeri banyak tersedia di internet. Ada baiknya kita hati-hati dan menyaring semua informasi yang kita dapatkan.

    Reny Y dalam buku Kuliah Gratis di Luar Negeri menjelaskan, agar informasi tentang beasiswa yang kita dapatkan dari internet akurat, kita sebaiknya mengecek silang informasi tersebut dengan informasi lain yang berkaitan. "Waspada juga terhadap beasiswa palsu," tulis Reny.

    Menurut Reny, ada empat pertanyaan sebagai indikator apakah suatu informasi tentang beasiswa akurat atau tidak. Pertama, apakah informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan? Kedua, apakah lembaga pemberi beasiswa tersebut telah dikenal luas? Ketiga, apakah beasiswa yang ditawarkan di internet itu memiliki nilai prestise? Keempat, apakah ada informasi lain yang bisa mendukung keberadaan beasiswa tersebut?

    "Jika keempat pertanyaan tersebut bisa dijawab, maka bisa dipastikan informasi beasiswa yang kita peroleh tersebut asli," imbuh Reny.

    Reny juga menampilkan beberapa lembaga resmi yang menyediakan informasi mengenai institusi-institusi pendidikan palsu yang seringkali menawarkan beasiswa/kuliah gratis kepada para "korban"nya. Lembaga tersebut adalah The Australian Department of Education, Science, and Training (www.dest.gov.au), yang memberi informasi tentang lembaga-lembaga pendidikan palsu di Australia. Ada juga Council for higher Education Accreditation (CHEA). Di situs www.chea.org ditampilkan informasi tentang gelar palsu dan berbagai lembaga pemberi akreditasi palsu.

    Jangan khawatir tertipu. Sebab, George Gollin's Website (www.hep.uiuc.edu) memberi kita panduan untuk melacak dan mengidentifikasi gelar-gelar kesarjanaan palsu.
  • 6 Langkah Mengusir Virus 'Luna Maya'

    Detik.com- Sebuah virus yang cukup menjengkelkan dengan julukan 'Luna Maya' telah menyebar di Indonesia. Virus ini menampilkan pesan yang agaknya meledek penggemar video porno di Indonesia, dengan menampilkan Pop Up bertuliskan "dasar!! otak bokep.."

    Virus itu juga menimbulkan dampak-dampak yang cukup menjengkelkan. Misalnya, drive CD/DVD ROM akan terus terbuka meskipun sudah ditutup secara manual oleh pengguna.

    Julukan 'Luna Maya' diberikan pada virus ini karena salah satu file penyebarannya memiliki nama LunaMaya.exe. Virus ini dideteksi sebagai Suspicious_Gen2.LBTU oleh Norman Security Suite.

    Nah, berikut adalah 6 langkah untuk mengusir virus ini seperti disampaikan oleh Adi Saputra, analis antivirus dari Vaksincom:

    1. Lakukan pembersihan virus pada mode “safe mode”.

    * Untuk masuk pada mode “safe mode”, tekan tombol F8 pada keyboard saat komputer dinyalakan.
    * Pada menu Windows Advanced Options, anda dapat memilih mode “safe mode” atau dapat juga mode “safe mode with networking” dan “command prompt”. Agar lebih mudah pilih saja mode “safe mode”.
    * Biarkan windows berjalan hingga muncul jendela konfirmasi penggunaan “safe mode”. (lihat gambar 12)
    * Klik pilihan “Yes”, untuk menggunakan mode “safe mode” pada jendela konfirmasi tersebut.


    2. Matikan proses virus yang aktif pada memory.

    * Gunakan tools pengganti Task Manager dalam hal ini gunakan CurProcess. Download tools CurrProcess pada link berikut ini : http://www.nirsoft.net/utils/cprocess.zip
    * Jalankan CurrProcess, kemudian cari file virus “Amoumain.exe”. Klik kiri file virus, kemudian pilih “Kill Selected Processes”. Jika file virus sudah hilang, maka tutup jendela CurrProcess.


    3. Perbaiki registry windows yang sudah di modifikasi oleh virus dengan langkah sebagai berikut :

    a. Salin script dibawah ini menggunakan wordpad. Klik menu [Start] à [All Programs] à [Accessoris] à [Wordpad].

    [Version]
    Signature="$Chicago$"
    Provider=Vaksincom Oyee

    [DefaultInstall]
    AddReg=UnhookRegKey
    DelReg=del

    [UnhookRegKey]
    HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, ShowSuperHidden,0x00010001,1
    HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, SuperHidden,0x00010001,1
    HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, HideFileExt,0x00010001,0
    HKLM, SOFTWARE\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
    HKLM, SOFTWARE\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
    HKLM, SOFTWARE\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
    HKLM, SOFTWARE\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
    HKLM, SOFTWARE\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
    HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"

    [del]
    HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system, DisableTaskMgr
    HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\explorer, NoRun

    b. Simpan file dengan nama “repair.inf”. Gunakan pilihan Save as type menjadi Text Document agar tidak terjadi kesalahan.
    c. Klik kanan file “repair.inf” kemudian pilih “Install”.

    4. Hapus file virus “Luna Maya” dengan ciri-ciri sebagai berikut :

    * Memiliki type file “Application”
    * Memiliki ukuran file “37 kb”
    * Memiliki icon file MS Word


    Catatan :

    * Untuk mempermudah pencarian sebaiknya gunakan fungsi Search Windows dengan menggunakan filter file *.exe dan *.inf dan berukuran 37 kb.
    * Hapus file virus yang biasanya mempunyai date modified yang sama.
    * Pastikan hapus file virus utama seperti : Amoumain.exe, Luna Maya.exe, Love.exe, dan nt.bat
    * Log-off komputer, kemudian log-in kembali.


    5. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, scan kembali menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali virus ini dengan baik.

    6. Untuk USB flash atau removable drive yang sudah di rusak atau format oleh virus, sebaiknya gunakan software recovery untuk mengembalikan data yang hilang.
  • Search....

    Doa Seorang Anak Pada Saat Wisuda Mahasiswa/i Medicom

    ingin memberikan komentar tentang video ini, Silahkan klik disini». Terima Kasih

    Copyright @ 2013 Sahabat Medicom.