We Help You To Renovate Your Blogger Blog With Awesomeness!

Tampilkan postingan dengan label Informasi IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi IT. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

  • Dilema PTN vs PTS

    kampus.okezone.com FENOMENA Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang merupakan ajang kompetisi akbar tahunan bagi calon mahasiswa baru yang memiliki impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah tentunya dirasakan berbeda-beda oleh peserta.

    Ada yang berbahagia karena cita-citanya untuk bergabung dengan perguruan tinggi negeri (PTN) favorit akhirnya terwujud, namun ada juga yang merasa kecewa dan terpaksa gigit jari karena gagal dalam proses seleksi hingga akhirnya menjadikan perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai alternatif daripada menganggur atau menunggu SNMPTN tahun berikutnya.

    Namun, hal paling menarik sebagai suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri, yakni SNMPTN terkadang juga menjadi ajang adu gengsi bagi calon mahasiswa maupun keluarga calon mahasiswa untuk menorehkan nama di sejarah civitas academica PTN favorit.

    Anggapan masyarakat bahwa dengan kuliah di PTN seperti UI, ITB, UNPAD, IPB, UGM maka secara tidak langsung akan ”meluruskan” jalan meniti masa depan kelak, setelah lulus dari perguruan tinggi. Sehingga kebangaan menggunakan almamater dari perguruan tinggi negeri tersebut menjadi euforia bernuansa intelektual.

    Pertanyaan besar kemudian muncul, ”Benarkah dengan masuk ke PTN maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempermudah jalan menuju kesuksesan di masa depan?” Terlalu naif rasanya jika harus membenarkan pertanyaan tersebut. Keberhasilan atau kesuksesan seseorang terlalu sempit jika harus menggunakan institusi pendidikan sebagai alat ukurnya.

    Pendidikan bukanlah sebuah institusi atau merk dagang. Pendidikan adalah sebuah proses panjang pembelajaran dan pengalaman yang terakumululasi dalam sebuah praktik nyata, tidak hanya soal ilmu pengetahuan yang mumpuni tetapi juga moral dan etika kehidupan yang beradab.

    Di sisi lain, SNMPTN juga seolah menjadi pembatas kesenjangan antara si pintar dan si bodoh. Anggapan bahwa orang-orang yang berhasil tembus di SNMPTN sebagai orang-orang pilihan yang pintar dan berhak mendapatkan pendidikan bermutu terbaik di perguruan tinggi ternama melekat kuat dalam anggapan masyarakat. Padahal faktor luck dan ”kecurangan” bisa saja mewarnai pelaksanaan SNMPTN. Sehingga tidak jarang orang-orang pintar yang kurang beruntung terpaksa gigit jari dan frustasi pasca pengumuman SNMPTN. Hal ini secara tidak langsung memberikan tekanan psikologis bagi mereka dalam mengarungi jenjang pendidikan selanjutnya. Fenomena ini tentunya menjadi ironi tersendiri yang memprihatinkan mengingat banyak generasi muda yang berpotensi namun kurang mendapat perhatian atas talenta mereka.

    PTS lantas menjadi alternatif bagi mereka yang gagal dalam SNMPTN. Namun, PTS bukanlah ”tempat buangan” seperti anggapan kebanyakan orang. Jika diperhatikan secara seksama, kualitas PTS tertentu sebenarnya tidak kalah dengan PTN kebanyakan, baik dari segi sarana dan prasarana, tenaga pendidikan, juga kurikulum ajar yang baik pada setiap program studi yang ditawarkan.

    Pada dasarnya, keberhasilan pendidikan seseorang ditentukan oleh setiap individu masing-masing. Proses pembelajaran dan motivasi berperan penting bagi individu untuk selalu berkarya dan berprestasi. Tidak penting dari perguruan tinggi mana seseorang berasal tetapi lebih menekankan pada sejauh mana seseorang mampu konsisten dalam berprestasi.
  • Sabtu, 23 April 2011

  • Bayar Kuliah Sendiri, Yuk!

    OKEZONE - Kamu mau kuliah tapi tak ingin membebani orangtua? Simak tawaran menarik dari Sampoerna School of Education (SSE) berikut ini!

    SSE merupakan sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan yang memiliki misi melahirkan generasi baru guru Indonesia. Saat ini, SSE menyelenggarakan program sarjana (S-1) keguruan dengan dua pilihan program studi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

    Kamu yang berminat merintis karir di dunia pendidikan bisa mengikuti Student Financing Program dari SSE. Program ini menyediakan bantuan biaya pendidikan selama empat tahun.

    Dengan menjadi peserta Student Financing Program, kamu tidak perlu pusing memikirkan biaya kuliah. Tapi, kamu akan diberi kesempatan mengembalikan biaya kuliah itu secara mengangsur dengan hasil kerjamu setelah lulus nanti. Asyik kan?

    "Program ini menyediakan kemudahan, fleksibel, serta tanpa bunga," demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis PSF, Rabu (20/4/2011).

    Nantinya, kamu hanya perlu menyisihkan 25 persen dari penghasilan per bulan sebagai cicilan pengembalian biaya kuliahmu. Melalui program ini pula, kamu memiliki kesempatan memperoleh tunjangan biaya hidup selama empat tahun.

    Mau tahu syaratnya? Isi formulir pendaftaran yang dapat kamu unduh dari laman http://www.sampoernaeducation.ac.id/en/admission.php atau dengan mengirimkan email ke alamat emawati@sampoernaeducation.ac.id.

    Lengkapi formulir pendaftaranmu dengan fotokopi rapor nilai kelas 11 (semester satu dan dua) serta kelas 12 (semester satu) yang telah dilegalisasi. Kamu yang lulus tahun 2009 dan 2010 wajib menyertakan fotokopi hasil ujian akhir nasional (UAN) sekolah menengah atas (SMA).

    Sertakan juga dua lembar fotokopi kartu identitas, dua lembar pasfoto terakhir ukuran 4x6 dan berwarna, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) orangtua, fotokopi kartu keluarga (KK), surat keterangan kesehatan, serta dokumen pendukung seperti tagihan listrik, PAM, dll.

    Kamu juga harus melampirkan dua surat referensi dari dua orang yang paling mengenalmu semasa SMA. Orang itu bisa jadi kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, atau guru bimbingan dan konseling (BK).

    Buruan daftar ya! Tenggat waktu pendaftaran gelombang dua Student Financing Program adalah 28 April 2011, dan gelombang tiga pada 2 Juli 2011.

    Masih butuh informasi? Kamu bisa hubungi Emma atau Sasti di nomor telepon 021-5772275 ext.7287 atau 0858 8234 9553.(rfa)
  • Sabtu, 04 September 2010

  • Sukses Berbisnis dengan Es Krim sambil Kuliah

    Okezone.com - Siapa bilang menjadi mahasiswa berarti hanya berkutat dengan buku? Dua mahasiswa jurusan Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Mirza Akbar dan Arum Dewi Suci, membuktikan kesuksesan bisnis juga bisa mereka raih sambil tetap berkuliah. Mirza dan Arum saat ini mengelola usaha es krim yang diberi label Yogya Ice Cream.

    Usaha yang dipasarkan dengan sistem kemitraan tersebut, kini telah memiliki lebih dari 20 cabang di seluruh Yogya. "Sekarang produk kami sudah tersedia di 15 cabang Jogja Chicken, lima cabang Waroeng Steak, dan di Festival Kuliner,” terang Mirza.

    Mahasiswa asal Bekasi ini menambahkan, Yogya Ice Cream juga memiliki outlet di sepuluh sekolah di Yogya. Selain itu, lanjut Mirza, dalam menjalankan bisnis tersebut mereka tidak hanya menjual es krim berlabel Yogya Ice Cream saja, namun juga melayani permintaan pembuatan es krim dari konsumen. “Kami bisa membuatkan es krim sesuai pesanan konsumen dan diberi label produk atas nama pemesan. Hal ini sepertinya belum dilakukan oleh perusahaan produk sejenis yang telah ada,” ungkapnya.

    Mirza mengklaim, bisnis yang telah dijalankan sejak 14 April 2008 tersebut memiliki beberapa keunggulan. Es krim yang dibuat memiliki kualitas premium terbuat dari 100 persen susu sapi segar murni dan dipasarkan dengan harga murah. Per cup ukuran 90 ml dijual seharga Rp1.500.

    Saat ini Yogya Ice Cream menawarkan tiga pilihan rasa yaitu coklat, vanilla, dan stroberi. “Saat ini kami baru menawarkan tiga varian rasa: cokelat, vanilla, dan stroberi untuk penjualan retail berlabel Yogya Ice Cream. Tapi untuk es krim pesanan kami bisa melayani varian rasa yang diinginkan oleh konsumen,” kata Arum Dewi Suci menambahkan.

    Yogya Ice Cream berkantor di Jalan Affandi, Gang Kantil, Pelem Kecut Nomor 8 Yogyakarta. Setiap harinya mampu memproduksi hingga 3-4 ribu cup es krim dengan menggunakan 240 liter susu. “Untuk penjualannya, kami bisa menjual 500 sampai 1.000 cup es krim per harinya,” kata Mirza.

    Bisnis yang dijalankan dua mahasiswa muda ini bisa dikatakan meraih sukses. Omset yang dihasilkan perbulannya mampu menembus angka Rp80 juta dengan keuntungan bersih sekira Rp15 juta. Yogya Ice Cream saat ini memiliki tiga karyawan utama dan 250 karyawan yang merupakan karyawan perusahaan mitra.

    Meskipun dinilai sukses, tidak menjadikan mereka berdiam diri. Mereka berencana merengkuh usaha catering sebagai mitra. “Target ke depan kami ingin menggandeng catering baik di dalam maupun luar negeri sebagai mitra. Kami memilih sektor ini karena relatif lebih stabil usahanya dibanding dengan restoran,” kata Arum.

    Usaha Mirza dan Arum bahkan meraih penghargaan Shell LiveWIRE di ajang Business Start-Up Awards 2010, yang digelar oleh PT Shell Indonesia bekerjasama dengan Kementrian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada 9 Agustus lalu. Mereka berhak atas uang pembinaan sebesar Rp20 juta dan pelatihan yang diberikan selama dua tahun.

    Ajang penghargaan Shell Live WIRE ini merupakan wujud apresiasi pada para wirausaha muda yang berhasil menciptakan peluang usaha baru. Dalam program yang telah dimulai sejak 2006 ini dua mahasiswa UGM lainnya juga berhasil meraih penghargaan bergengsi ini. Mereka adalah alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Nur Kartika Indah Mayasti dengan usaha Nata de Cassava dan alumnus Fakultas Pertanian Ridho Arindiko S dengan usaha Minyak Goreng Sahara
  • Minggu, 25 Juli 2010

  • Modifikasi Notebook Agar Performa Layaknya Desktop

    (okeZone.com) Hardcoregamer tak hanya menghabiskan waktu berjam-jam di layar komputer untuk menguasai sebuah permainan. Sebagian dari mereka juga 'gila' dalam memodifikasi personal computer (PC) sebagai media untuk bermain game menjadi 'senjata' yang ampuh.

    Umumnya, hardcore gamer memang tidak akan puas sekadar menguasai trik atau skill tinggi dalam membinasakan lawan di sebuah permainan. Tantangan lainnya justru tersaji lewat aksi memodifikasi laptop/desktop sesuai keinginan. Utamanya menghasilkan render sempurna dan realistis, yang membuat bermain game menjadi lebih nikmat. Jadi, jangan heran jika Edward, 26, rela merogoh koceknya hingga lebih dari Rp60 juta untuk melakukan modifikasi 'ekstrem' terhadap notebook gaming Alienware Mx17 miliknya.

    Prosesor notebook miliknya menggunakan Intel Core i7 920XM Extreme Edition 2.0GHz (3.2GHz Turbo Mode, 8MB Cache). Kemudian RAM-nya ia tingkatkan dari 8 GB menjadi 16 GB Dual Channel DDR3. Sementara video card-nya menggunakan Dual 1GB ATI Radeon Mobility HD 4870.

    "Hanya monitornya yang tidak saya ganti, tetap menggunakan bawaannya, 17 inci, agar masih muat di-backpack atau travel bag. Overall, saya sangat puas dengan kinerjanya," kata Edward sembari menyebut bahwa modifikasi tersebut ia lakukan di Jakarta.

    Selain bermain game, Edward memanfaatkan laptop-nya itu untuk menunjang pekerjaannya di bidang video editing/animasi. Bagi Edward, apapun yang dibutuhkan selama bisa mendukung pekerjaannya, tidak jadi masalah. Termasuk ketika harus menguras koceknya.

    "Dengan spek sekarang, untuk mengedit dan menciptakan video animasi, saya bisa menghemat waktu. Pekerjaan yang tadinya saya kerjakan dua hingga tiga hari di laptop biasa, sekarang bisa dilakukan sehari saja," tutur Edward. Pekerjaannya yang mobile, kata Edward, memang membutuhkan perangkat pendukung canggih.
    "Dengan laptop yang telah dimodifikasi ini, saya benar-benar bisa optimal, baik itu urusan pekerjaan maupun bermain game," ujarnya yang sudah memiliki notebook Alienware selama hampir satu tahun ini. Notebook yang telah dimodifikasi itu, kata Edward, membuatnya lebih produktif.

    "Semuanya menjadi sangat cepat, seberat apapun pekerjaan saya di bidang animasi dapat dilakukan," ungkapnya lagi. Dia mengaku tidak rugi untuk mengeluarkan uang dengan nilai yang relatif besar untuk membeli dan memodifikasi perangkat notebook yang mahal.

    "Insya Allah dalam tiga bulan ini saya bisa menutup apa yang sudah saya keluarkan," tukasnya.
  • Minggu, 18 Juli 2010

  • Hati-Hati Cari Beasiswa

    AKARTA - Meski informasi tentang beasiswa dalam dan luar negeri banyak tersedia di internet. Ada baiknya kita hati-hati dan menyaring semua informasi yang kita dapatkan.

    Reny Y dalam buku Kuliah Gratis di Luar Negeri menjelaskan, agar informasi tentang beasiswa yang kita dapatkan dari internet akurat, kita sebaiknya mengecek silang informasi tersebut dengan informasi lain yang berkaitan. "Waspada juga terhadap beasiswa palsu," tulis Reny.

    Menurut Reny, ada empat pertanyaan sebagai indikator apakah suatu informasi tentang beasiswa akurat atau tidak. Pertama, apakah informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan? Kedua, apakah lembaga pemberi beasiswa tersebut telah dikenal luas? Ketiga, apakah beasiswa yang ditawarkan di internet itu memiliki nilai prestise? Keempat, apakah ada informasi lain yang bisa mendukung keberadaan beasiswa tersebut?

    "Jika keempat pertanyaan tersebut bisa dijawab, maka bisa dipastikan informasi beasiswa yang kita peroleh tersebut asli," imbuh Reny.

    Reny juga menampilkan beberapa lembaga resmi yang menyediakan informasi mengenai institusi-institusi pendidikan palsu yang seringkali menawarkan beasiswa/kuliah gratis kepada para "korban"nya. Lembaga tersebut adalah The Australian Department of Education, Science, and Training (www.dest.gov.au), yang memberi informasi tentang lembaga-lembaga pendidikan palsu di Australia. Ada juga Council for higher Education Accreditation (CHEA). Di situs www.chea.org ditampilkan informasi tentang gelar palsu dan berbagai lembaga pemberi akreditasi palsu.

    Jangan khawatir tertipu. Sebab, George Gollin's Website (www.hep.uiuc.edu) memberi kita panduan untuk melacak dan mengidentifikasi gelar-gelar kesarjanaan palsu.
  • Kamis, 24 Juni 2010

  • Mendiknas : Silahkan Buktikan Saja!

    Okezone.com - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh membantah apabila Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) lebih memilih menggunakan produk software buatan luar negeri ketimbang dalam negeri.

    Bahkan, Muhammad menantang para pengusaha software untuk membuktikan tuduhan tersebut. "Silahkan dibuktikan saja," kata Muhammad di Jakarta, Rabu 23 Rabu kemarin.

    Menurutnya, Kemendiknas justru menggunakan produk lokal. Namun demikian, Nuh mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh kalangan pengusaha, yang di antaranya adalah kualitas bahan dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

    Namun Muhammad mengatakan, dari segi harga, apabila produk impor lebih mahal maka Kemendiknas diperbolehkan untuk membeli produk impor. Meskipun, kata dia, secara logika harga produk perangkat lunak produksi dalam negeri tentu lebih murah.

    Dihubungi secara terpisah, Pjs Ketua Umum Kadin Adi Putra Taher mengaku kecewa dengan pernyataan Mendikna. Menurutnya. harga software dalam negeri cukup bersaing.

    Selain itu, sambungnya, kualitas software dalam negeri sangat bagus, Hal ini, kata dia, terlihat dari produk software dalam negeri yang telah dipergunakan di luar negeri.

    "Tidak ada alasan bagi mereka untuk mengunakan produk impor, baik secara harga dan kualitas," tegas Adi.

    Hal senada diungkapkan oleh Ketua Kluster Pengembangan Konten Edukasi Harry S Chandra. Harry pun membantah jika harga jual software dalam negeri jauh lebih mahal dibanding produk impor.
    "Harga produk kita harganya kompetitif kok dengan produk impor," kata Harry.

    Lebih lanjut Harry mengatakan, dalam kontrak pengadaan barang yang dikeluarkan Kemendiknas pada tahun ini, tendernya dimenangkan oleh produk-produk impor. Dari tiga tender yang disediakan, hanya satu dimenangkan oleh perusahaan lokal.

    Harry menuturkan, Kemendiknas telah mengunakan produk software edukasi impor sejak dua-tiga tahun.

    Atas hal tersebut, Hary menyatakan, telah mengirimkan surat kepada Menteri Perindustrian untuk meminta dukungan. Dia mengaku kecewa dengan sikap Kemendiknas. Persoalannya, industri software pendidikan dalam negeri memiliki kualitas yang jauh lebih bagus dibanding produk luar negeri.

    “Masih belum mengerti mengapa Kemendiknas melakukan hal seperti itu. Padahal, negara lain saja sudah banyak yang memakai produk software edukasi buatan Indonesia,” ucapnya.

    Selain itu, produk software yang diimpor dari negara-negara tersebut tidak diakreditasikan terlebih dulu di Kemendiknas sebelum diedarkan. Padahal, seluruh produk software Indonesia yang dijual di dalam negeri harus diakreditasi dan lolos uji penyaringan terlebih dulu.

    “Kalau kita ekspor software harus disesuaikan, seperti bendera harus menggunakan warna bendera negara yang dituju. Masa software pendidikan yang beredar di kita menggunakan bendera negara lain. Ini tidak adil,” paparnya.

    Hary berharap pemerintah lebih adil dalam memberikan kepastian usaha.Lebih lanjut,dia mengatakan, pasar software pendidikan di dalam negeri cukup besar. Dia memperkirakan, perputaran bisnis dari produk ini mencapai Rp2 triliun per tahun.mencapai Rp750 miliar.
  • Senin, 24 Mei 2010

  • Pemuda Indonesia, Dulu dan Kini


    Okezone.com - ”Berilah aku seratus orang tua. Dengan seratus orang tua ini aku akan memindahkan Gunung Semeru. Tetapi, beri aku sepuluh pemuda, karena dengan mereka aku akan mengguncangkan dunia.”

    Demikian seruan Ir Soekarno pada Kongres II Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang menunjukkan bahwa Bung Karno begitu menghargai pemuda dan menunjukkan betapa kuatnya pemuda. Berlebihankah pernyataan Presiden Republik Indonesia pertama itu? Tentu tidak. Sejarah telah membuktikan betapa pentingnya arti pemuda dalam pergerakan kebangsaan.Pemudalah yang menjadi lokomotif perjuangan kemerdekaan di Indonesia dan penyeru kebangkitan nasional.

    Telah banyak peristiwa yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diprakarsai para pemuda. Misalnya, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang sekarang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional,dan Proklamasi 17 Agustus 1945.

    Pada masa itu para pemuda bersatu padu mewujudkan cita-cita memerdekakan bumi pertiwi tanpa membeda-bedakan suku,agama,dan kebudayaan demi satu tujuan,yakni Indonesia merdeka.Sekarang di mana semangat para pemuda itu? Para pemuda sekarang mayoritas hanya diam, peduli pada nasib masing-masing. Jiwa nasionalis dan sosial seakan memudar. Kalaupun ada yang peduli pada nasib bangsa ini,jumlahnya tidak lebih besar dari yang apatis.

    Bahkan, banyak dari mereka yang ”peduli” hanya berteriak-teriak memprotes pemerintah tanpa bergerak sendiri, bertindak, atau berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang berarti untuk kemajuan bangsa. Jarang ditemukan, misalnya tindakan konkret seperti memberi pendidikan pada anak-anak yang kurang mampu dengan mendirikan kelompok- kelompok belajar, atau kegiatan lain sesuai kemampuan dan keahlian dari para pemuda Indonesia sendiri.Lebih ironis lagi, pemuda masa kini justru dianggap sebagai generasi yang kurang produktif, kurang bertanggung jawab, dan mudah terpengaruh.

    Namun, tentu saja pemuda saat ini juga masih berperan untuk bangsa ini.Kita masih sering melihat bagaimana para pemuda menentang kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

    Misalnya, disahkannya Undang-Undang No 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) beberapa waktu lalu, yang pada akhirnya dibatalkan atas desakan masyarakat dan mahasiswa. Namun, rakyat masih berharap lebih dari peran pemuda. Peran itu adalah pemuda dituntut ikut andil dalam memajukan dan menyejahterakan bangsa. Karena itu, pemuda Indonesia kini harus segera berbenah diri demi kemajuan bangsa ini.Indonesia butuh pemuda yang idealis, nasionalis, berjiwa patriot, ikhlas, cerdas, dan cepat dalam bertindak. (*)
  • Kamis, 13 Mei 2010

  • Tips Sederhana Agar Komputer Lebih Ramah Lingkungan

    Jakarta - Komputer telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita menggunakannya untuk bekerja, untuk berkomunikasi, untuk mendapat hiburan. Sangat sulit membayangkan hidup tanpa komputer.

    Pada saat yang sama, konsumen saat ini semakin sadar akan lingkungan dan berusaha mencari keseimbangan antara menjadi ‘hijau’ atau ramah lingkungan dan menggunakan perangkat yang mengonsumsi energi, yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Datangnya Hari Bumi, merupakan saat yang tepat untuk mempertimbangkan bagaimana Anda bisa membuat perubahan terhadap planet kita dan menghemat sejumlah uang di dalam proses tersebut. Berikut ini beberapa tips sederhana dari Lenovo untuk membuat pengalaman komputasi Anda lebih ramah lingkungan.

    Siap, Setel, Simpan!

    Atur setelan komputer Anda agar beralih ke mode ‘sleep’ setelah 10 menit tidak aktif. Komputer akan kembali ‘dibangunkan’ saat Anda menyentuh keyboard atau mouse. Anda bisa menggunakan manajemen daya milik Windows (Control Panel -> Power Options), atau menggunakan pilihan daya lain yang dimiliki PC Anda. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan Lenovo ThinkPad, gunakan Power Manager atau Battery Maximiser Wizard untuk mengatur setelan dan mengurangi konsumsi daya.

    Biarkan PC dalam mode ‘suspend’ atau matikan.

    Mode suspend (atau sleep) juga sama efisiennya dengan mematikan komputer semalaman. Hanya perlu waktu 2 sampai 5 detik agar noteboook Anda kembali aktif dari mode tersebut. Dengan mengurangi penggunaan energi sepanjang tahun hanya sebesar 100 kilowatt hour (kWh), Anda bisa membantu mengurangi emisi yang merugikan sekitar 40 kilogram per tahun.

    Pergi meninggalkan komputer untuk minum kopi? Matikan monitor Anda! Jika Anda tidak akan menggunakan PC Anda lebih dari dua jam, matikan CPU dan monitor Anda sekaligus. Monitor PC berukuran 17 inci pada umumnya mengonsumsi daya 100 hingga 150 watt. Meski ada lonjakan energi saat komputer diaktifkan, jumlah energi tersebut masih lebih kecil dari energi yang digunakan jika komputer berjalan terus dalam waktu yang lama.

    Jika Anda menggunakan produk Lenovo, Anda dapat mengetahui berapa banyak energi yang Anda hemat dengan desktop Lenovo, notebook, dan monitor berdasarkan pada model penggunaan tertentu untuk berbagai konfigurasi pada http://lenovoweb.com/energycalculator.


    Turunkan tagihan listrik Anda dengan monitor LCD

    Monitor LCD menggunakan energi rata-rata 50% hingga 70% lebih rendah dalam mode aktif dibandingkan monitor CRT (Cathode Ray Tube) konvensional. Dengan pemakaian selama 8 jam kerja dalam sehari, penghematan energi dengan memilih LCD ketimbang CRT berukuran sama umumnya bisa menghemat lebih dari 100 kWh/tahun.

    Monitor ThinkVision Lenovo juga mengandung lebih dari 25% plastik bekas konsumen yang didaur ulang dalam komponen mekanis plastiknya. Monitor ThinkVision L2251x Wide menggunakan plastik bekas konsumen yang didaur ulang sebesar 65% dengan tambahan 20% konten bekas industri yang didaur ulang tanpa plastik baru pada casisnya.

    Jadikan setiap hari sebagai hari ramah lingkungan!

    Jangan terburu-buru membeli komputer tercantik ataupun tercepat! Saat membeli PC, perhatikan rating Energy Star untuk mengidentifikasi perangkat hemat energi. Komputer Energy Star menurunkan daya ke dalam mode sleep yang hanya mengonsumsi daya 15 watt atau kurang. Ini berarti konsumsi daya listriknya sekitar 70% lebih rendah dari komputer tanpa fitur manajemen daya. Desktop, laptop dan monitor yang memenuhi 23 syarat kriteria performa lingkungan bisa didaftarkan pada EPEAT oleh produsennya di 40 negara di seluruh dunia.

    Tidak tahu di mana tempat untuk mulai mencari? Lenovo menawarkan jajaran lengkap ThinkCentre A dan M series desktop dan juga notebook seri ThinkPad Edge, R, SL, T, dan W yang mendukung Energy Star.

    Daur ulang, daur ulang, daur ulang!

    Setelah Anda memutuskan untuk menjadi ramah lingkungan sepenuhnya, lakukan terus dengan mendaur ulang komputer dan periferal tua Anda! Dengan daur ulang, logam berbahaya diekstrak dan potongan plastik disingkirkan dan digunakan kembali untuk membuat produk baru.

    Juga jangan membatasi gaya hidup ramah lingkungan Anda hanya pada PC – gunakan kertas daur ulang, pasang bola lampu hemat energi, dan kurangi melakukan pencetakan dokumen. Ini merupakan cara-cara sederhana, tetapi efektif untuk memastikan Anda menikmati lingkungan komputasi yang ramah lingkungan.

    Selamat Hari Bumi 2010!
  • Kamis, 06 Mei 2010

  • XPANGO bagi - bagi Apple iPhone secara gratis...???

    Saya yakin anda semua senang dengan yang gratis-gratis khan….? Maklumlah orang Indonesia…. Kini ada tawaran iPhone, Mobile Phone, Game Console dan TV serba gratis dari Xpango.

    Gift yang dijanjikan memiliki credit beda-beda, sebagai contoh bila anda ingin dapat hadiah iPhone 16 GB maka harus bisa mengumpulkan credit minimal 36. Sementara untuk sebuah nintendo wii misalnya, anda hanya memerlukan 17 poin dan untuk 8GB iPhone diperlukan 27 point. Anda tidak perlu khawatir karena perolehan pointnya relatif mudah dan cepat. Saya sendiri lagi membidik Apple iPhone 3G 8GB seperti gambar dibawah ini, credit yang harus dikumpulkan adalah 23.

    Bagaimanakah aktivitas yang bisa menghasilkan credit ? Untuk memperoleh point anda bisa melakukan 3 hal :

    1. Mengikuti penawaran yang diajukan oleh Xpango. Penawaran ini biasanya berubah setiap minggu atau bulan. point yang ditawarkan berkisar antara 1-4 point dan lebih hebatnya lagi kebanyakan penawaran tersebut GRATIS!!!

    2. Referring ke teman anda. Prinsipnya sih mereferensikan program ini pada sebanyak mungkin orang.

    3. Membeli aksesoris mobile yang disediakan / clix package. Dengan membeli aksesoris yang berharga lumayan murah anda bisa mendapatkan 1 point.

    Cara tercepat untuk mendapatkan point memang melakukan ketiganya sekaligus. jika anda penasaran tidak ada salahnya mencoba keberuntungan anda, wong semuanya itu gratis kok. Percaya gak…? Kalau dilihat dari testimonialnya sich sudah banyak yang dapat free gift dari Xpango. Cuma kebanyakan dari luar negeri.

    Scam bukan yach..? belum ada bukti orang Indonesia yang dapat sih, tapi…ya iseng-iseng berhadiah saja dech….. XPANGO….!


  • AMD Bakal "Gempur" Segmen Laptop

    Okezone.com - Advanced Micro Devices (AMD) terus mencoba untuk memperbaiki posisinya di pasar CPU. Meskipun dominasi Intel masih sulit tergoyahkan selama beberapa tahun.
    Vendor prosesor itu kini berencana untuk fokus menggarap prosesor yang ditujukkan untuk Laptop. Rival AMD, Intel sendiri diketahui memiliki Atom dan Core untuk laptop.

    Langkah awal AMD adalah menyediakan sejumlah prosesor dual-core seperti Turion II P520 2.3GHz yang diklaim memiliki TDP 25W, dan juga N530 (32W TDP) 2.5GHz . Keduanya akan memiliki 1MB cache (per core).

    Debut lain yang akan dikeluarkan AMD adalah Athlon II series yang sama-sama memiliki TDP sekira 25W yakni seri P320 2.1GHz dan N330 2.3Ghz. Demikian dilansir Softpedia, Kamis (6/5/2010).

    Selain itu, AMD juga dikabarkan akan segera mengeluarkan koleksi chip dual-core, triple-core dan quad-core.

    Sejumlah vendor komputer juga tertarik untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan produsen prosesor AMD. Kemungkinan besar, Apple akan menggunakan produk AMD untuk produk desktop, dan notebooknya.

  • Search....

    Doa Seorang Anak Pada Saat Wisuda Mahasiswa/i Medicom

    ingin memberikan komentar tentang video ini, Silahkan klik disini». Terima Kasih

    Copyright @ 2013 Sahabat Medicom.