We Help You To Renovate Your Blogger Blog With Awesomeness!

Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

  • Sukses itu di PTN atau PTS, Ya?

    (kampus.okezone.com) PERASAAN khawatir, deg-degan, dan berharap, itulah yang sering dirasakan ratusan ribu calon mahasiswa yang ingin masuk PTN melalui SNMPTN. Setiap tahun, ratusan ribu calon mahasiswa berjubel-jubel untuk merebutkan bangku kuliah di PTN idaman. Bahkan ada sebagian masyarakat berfikir seolah-olah hanya PTNlah yang hanya bisa menghantarkan kesuksesannya.

    Memang, fakta bahwa PTN selalu lebih unggul dari PTS sudah melekat pada mindset masyarakat Indonesia. Tentunya mindset ini tak selalu benar. Mindset seperti ini kalau dibudayakan bisa menimbulkan kecemburuan sosial antara PTN dan PTS.

    Kalau mau berfikir lebih lanjut, masih ada PTS yang tak kalah unggul dari PTN, seperti UNIKOM, UBINUS, IT TELKOM, Gundharma, dll. Banyak pula PTS yang bisa bersaing di kompetisi nasional dan bahkan bisa mengharumkan nama bangsa di Internasional. Seperti pada GEMASTIK, IMAGINE CUP, KRI & KRCI, debat bahasa Inggris, PIMNAS, dll.

    Terlepas dari PTN dan PTS itu sendiri, adalah bidang yang kita minati. Terkadang ada sebagian masyarakat yang tidak mempedulikan jurusan yang sesuai hatinya, malah lebih berfikir yang terpenting adalah masuk PTN besar dan jurusan yang dianggap dapat memiliki masa depan yang cerah. Keadaan seperti ini bisa menimbulkan jurusan favorit dan tidak favorit. Padahal bangsa kita memerlukan para penerus-penerus bangsa di berbagai aspek, tidak hanya pada jurusan tertentu saja.

    Belajar itu didasari pada rasa suka. Jika kita menyukai ilmu yang kita pelajari, maka semangat belajar pun bisa tumbuh, serta merasa enjoy. Dan tentunya bisa mengantar kesuksesan, baik itu dari PTN ataupun PTS. Karena pada dasarnya apa yang kita usahakan saat kuliah itu adalah bekal untuk menuju kesuksesan. Sementara, kesuksesan itu bergantung pada diri kita, kampus hanya bisa membantu mengembangkan kemampuan kita. Apa yang diusahakan, itulah yang akan dipetik.

    Bagi yang belum beruntung di SNMPTN jangan putus asa dalam meraih masa depan. Pilihan kuliah masih ada, kalaupun tidak masuk di PTN, masih ada PTS yang berkualitas. Bagi yang lolos SNMPTN dan masuk di PTN, perjuangan masih panjang. Sangat tidak etis jika antarmahasiswa saling mengolok-olok dan saling merendahkan hanya karena PTN dan PTS. Tidak membedakan PTN ataupun PTS, kesuksesan bisa diraih dengan usaha dan doa kita. Dan hal penting dari mahasiswa adalah memajukan bangsa Indonesia.
  • Senin, 24 Mei 2010

  • Pemuda Indonesia, Dulu dan Kini


    Okezone.com - ”Berilah aku seratus orang tua. Dengan seratus orang tua ini aku akan memindahkan Gunung Semeru. Tetapi, beri aku sepuluh pemuda, karena dengan mereka aku akan mengguncangkan dunia.”

    Demikian seruan Ir Soekarno pada Kongres II Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang menunjukkan bahwa Bung Karno begitu menghargai pemuda dan menunjukkan betapa kuatnya pemuda. Berlebihankah pernyataan Presiden Republik Indonesia pertama itu? Tentu tidak. Sejarah telah membuktikan betapa pentingnya arti pemuda dalam pergerakan kebangsaan.Pemudalah yang menjadi lokomotif perjuangan kemerdekaan di Indonesia dan penyeru kebangkitan nasional.

    Telah banyak peristiwa yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diprakarsai para pemuda. Misalnya, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang sekarang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional,dan Proklamasi 17 Agustus 1945.

    Pada masa itu para pemuda bersatu padu mewujudkan cita-cita memerdekakan bumi pertiwi tanpa membeda-bedakan suku,agama,dan kebudayaan demi satu tujuan,yakni Indonesia merdeka.Sekarang di mana semangat para pemuda itu? Para pemuda sekarang mayoritas hanya diam, peduli pada nasib masing-masing. Jiwa nasionalis dan sosial seakan memudar. Kalaupun ada yang peduli pada nasib bangsa ini,jumlahnya tidak lebih besar dari yang apatis.

    Bahkan, banyak dari mereka yang ”peduli” hanya berteriak-teriak memprotes pemerintah tanpa bergerak sendiri, bertindak, atau berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang berarti untuk kemajuan bangsa. Jarang ditemukan, misalnya tindakan konkret seperti memberi pendidikan pada anak-anak yang kurang mampu dengan mendirikan kelompok- kelompok belajar, atau kegiatan lain sesuai kemampuan dan keahlian dari para pemuda Indonesia sendiri.Lebih ironis lagi, pemuda masa kini justru dianggap sebagai generasi yang kurang produktif, kurang bertanggung jawab, dan mudah terpengaruh.

    Namun, tentu saja pemuda saat ini juga masih berperan untuk bangsa ini.Kita masih sering melihat bagaimana para pemuda menentang kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

    Misalnya, disahkannya Undang-Undang No 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) beberapa waktu lalu, yang pada akhirnya dibatalkan atas desakan masyarakat dan mahasiswa. Namun, rakyat masih berharap lebih dari peran pemuda. Peran itu adalah pemuda dituntut ikut andil dalam memajukan dan menyejahterakan bangsa. Karena itu, pemuda Indonesia kini harus segera berbenah diri demi kemajuan bangsa ini.Indonesia butuh pemuda yang idealis, nasionalis, berjiwa patriot, ikhlas, cerdas, dan cepat dalam bertindak. (*)
  • Sabtu, 22 Mei 2010

  • Peserta Ujian Kuliah Negeri Membeludak!

    AKARTA - Minat para siswa masuk kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat tinggi. Tahun ini tercatat 126.404 siswa mengikuti Ujian Masuk Bersama (UMB) PTN 2010. Jumlah ini naik sekitar 51 ribu dari 74.544 siswa peserta UMB-PTN tahun lalu.

    Demikian disampaikan Sekretaris Perhimpunan SPMB Nusantara (PSPMBN) Prof Dr Sutjipto, dalam keterangan persnya hari ini di Sekretariat PSPMBN Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

    "Alhamdulillah pelaksanaan UMB hari ini berjalan lancar," papar Sutjipto.

    Dijelaskan Sutjipto keketatan kompetensi memasuki PTN tahun ini meningkat, dari 1:9 tahun lalu menjadi 1:12. Ini berarti satu orang siswa harus bersaing dengan dua belas siswa lainnya untuk masuk PTN.

    UMB-PTN 2010 digelar serntak di dua belas PTN di seluruh Indonesia, yaitu Universitas SyiahKuala (Unsyiah), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Jambi (Unja), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, UIN Makassar, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Palangkaraya (Unpar).

    "Pelaksanaan UMB adalah salah satu jalur penerimaan calon mahasiswa baru. Banyaknya jalur yang dibuka adalah untuk memberi banyak kesempatan bagi calon mahasiswa untuk masuk PTN," papar Rektor UNJ Prof. Bejo Sujanto sebagai penanggungjawab UMB-PTN 2010.

    Khusus di Jakarta, tercatat 37.463 siswa yang mengikuti UMB-PTN 2010 begitu juga di Medan, tercatat 35.676 siswa. (rhs)
  • Kunci Jawaban UMB PTN 2010

    Kunci Jawaban UMB-PTN 2010 ini dipersembahkan oleh BT/BS MEDICA Indonesia, semoga dapat bermanfaat buat temen-temen semua.

    UMB-PTN 2010 digelar serentak di dua belas PTN di seluruh Indonesia, yaitu Universitas SyiahKuala (Unsyiah), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Jambi (Unja), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, UIN Makassar, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Palangkaraya (Unpar).
    Berikut kunci jawaban UMB-PTN 2010 yang dikeluarkan oleh Bimbingan Test - Bimbingan Belajar Medica (BT/BS Medica), Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung.

    Kunci Jawaban UMB-PTN 2010 Kode 440
    Kunci Jawaban UMB-PTN 2010 Kode 441
    Kunci Jawaban UMB-PTN 2010 Kode 450
    Kunci Jawaban UMB-PTN 2010 Kode 451
    Kunci Jawaban UMB-PTN 2010 Kode 461

    Sukses buat Sahabat semua yang mengikuti ujian UMB-PTN 2010
  • Search....

    Doa Seorang Anak Pada Saat Wisuda Mahasiswa/i Medicom

    ingin memberikan komentar tentang video ini, Silahkan klik disini». Terima Kasih

    Copyright @ 2013 Sahabat Medicom.