We Help You To Renovate Your Blogger Blog With Awesomeness!

Tampilkan postingan dengan label Akademik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akademik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

  • Dilema PTN vs PTS

    kampus.okezone.com FENOMENA Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang merupakan ajang kompetisi akbar tahunan bagi calon mahasiswa baru yang memiliki impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah tentunya dirasakan berbeda-beda oleh peserta.

    Ada yang berbahagia karena cita-citanya untuk bergabung dengan perguruan tinggi negeri (PTN) favorit akhirnya terwujud, namun ada juga yang merasa kecewa dan terpaksa gigit jari karena gagal dalam proses seleksi hingga akhirnya menjadikan perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai alternatif daripada menganggur atau menunggu SNMPTN tahun berikutnya.

    Namun, hal paling menarik sebagai suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri, yakni SNMPTN terkadang juga menjadi ajang adu gengsi bagi calon mahasiswa maupun keluarga calon mahasiswa untuk menorehkan nama di sejarah civitas academica PTN favorit.

    Anggapan masyarakat bahwa dengan kuliah di PTN seperti UI, ITB, UNPAD, IPB, UGM maka secara tidak langsung akan ”meluruskan” jalan meniti masa depan kelak, setelah lulus dari perguruan tinggi. Sehingga kebangaan menggunakan almamater dari perguruan tinggi negeri tersebut menjadi euforia bernuansa intelektual.

    Pertanyaan besar kemudian muncul, ”Benarkah dengan masuk ke PTN maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempermudah jalan menuju kesuksesan di masa depan?” Terlalu naif rasanya jika harus membenarkan pertanyaan tersebut. Keberhasilan atau kesuksesan seseorang terlalu sempit jika harus menggunakan institusi pendidikan sebagai alat ukurnya.

    Pendidikan bukanlah sebuah institusi atau merk dagang. Pendidikan adalah sebuah proses panjang pembelajaran dan pengalaman yang terakumululasi dalam sebuah praktik nyata, tidak hanya soal ilmu pengetahuan yang mumpuni tetapi juga moral dan etika kehidupan yang beradab.

    Di sisi lain, SNMPTN juga seolah menjadi pembatas kesenjangan antara si pintar dan si bodoh. Anggapan bahwa orang-orang yang berhasil tembus di SNMPTN sebagai orang-orang pilihan yang pintar dan berhak mendapatkan pendidikan bermutu terbaik di perguruan tinggi ternama melekat kuat dalam anggapan masyarakat. Padahal faktor luck dan ”kecurangan” bisa saja mewarnai pelaksanaan SNMPTN. Sehingga tidak jarang orang-orang pintar yang kurang beruntung terpaksa gigit jari dan frustasi pasca pengumuman SNMPTN. Hal ini secara tidak langsung memberikan tekanan psikologis bagi mereka dalam mengarungi jenjang pendidikan selanjutnya. Fenomena ini tentunya menjadi ironi tersendiri yang memprihatinkan mengingat banyak generasi muda yang berpotensi namun kurang mendapat perhatian atas talenta mereka.

    PTS lantas menjadi alternatif bagi mereka yang gagal dalam SNMPTN. Namun, PTS bukanlah ”tempat buangan” seperti anggapan kebanyakan orang. Jika diperhatikan secara seksama, kualitas PTS tertentu sebenarnya tidak kalah dengan PTN kebanyakan, baik dari segi sarana dan prasarana, tenaga pendidikan, juga kurikulum ajar yang baik pada setiap program studi yang ditawarkan.

    Pada dasarnya, keberhasilan pendidikan seseorang ditentukan oleh setiap individu masing-masing. Proses pembelajaran dan motivasi berperan penting bagi individu untuk selalu berkarya dan berprestasi. Tidak penting dari perguruan tinggi mana seseorang berasal tetapi lebih menekankan pada sejauh mana seseorang mampu konsisten dalam berprestasi.
  • Sukses itu di PTN atau PTS, Ya?

    (kampus.okezone.com) PERASAAN khawatir, deg-degan, dan berharap, itulah yang sering dirasakan ratusan ribu calon mahasiswa yang ingin masuk PTN melalui SNMPTN. Setiap tahun, ratusan ribu calon mahasiswa berjubel-jubel untuk merebutkan bangku kuliah di PTN idaman. Bahkan ada sebagian masyarakat berfikir seolah-olah hanya PTNlah yang hanya bisa menghantarkan kesuksesannya.

    Memang, fakta bahwa PTN selalu lebih unggul dari PTS sudah melekat pada mindset masyarakat Indonesia. Tentunya mindset ini tak selalu benar. Mindset seperti ini kalau dibudayakan bisa menimbulkan kecemburuan sosial antara PTN dan PTS.

    Kalau mau berfikir lebih lanjut, masih ada PTS yang tak kalah unggul dari PTN, seperti UNIKOM, UBINUS, IT TELKOM, Gundharma, dll. Banyak pula PTS yang bisa bersaing di kompetisi nasional dan bahkan bisa mengharumkan nama bangsa di Internasional. Seperti pada GEMASTIK, IMAGINE CUP, KRI & KRCI, debat bahasa Inggris, PIMNAS, dll.

    Terlepas dari PTN dan PTS itu sendiri, adalah bidang yang kita minati. Terkadang ada sebagian masyarakat yang tidak mempedulikan jurusan yang sesuai hatinya, malah lebih berfikir yang terpenting adalah masuk PTN besar dan jurusan yang dianggap dapat memiliki masa depan yang cerah. Keadaan seperti ini bisa menimbulkan jurusan favorit dan tidak favorit. Padahal bangsa kita memerlukan para penerus-penerus bangsa di berbagai aspek, tidak hanya pada jurusan tertentu saja.

    Belajar itu didasari pada rasa suka. Jika kita menyukai ilmu yang kita pelajari, maka semangat belajar pun bisa tumbuh, serta merasa enjoy. Dan tentunya bisa mengantar kesuksesan, baik itu dari PTN ataupun PTS. Karena pada dasarnya apa yang kita usahakan saat kuliah itu adalah bekal untuk menuju kesuksesan. Sementara, kesuksesan itu bergantung pada diri kita, kampus hanya bisa membantu mengembangkan kemampuan kita. Apa yang diusahakan, itulah yang akan dipetik.

    Bagi yang belum beruntung di SNMPTN jangan putus asa dalam meraih masa depan. Pilihan kuliah masih ada, kalaupun tidak masuk di PTN, masih ada PTS yang berkualitas. Bagi yang lolos SNMPTN dan masuk di PTN, perjuangan masih panjang. Sangat tidak etis jika antarmahasiswa saling mengolok-olok dan saling merendahkan hanya karena PTN dan PTS. Tidak membedakan PTN ataupun PTS, kesuksesan bisa diraih dengan usaha dan doa kita. Dan hal penting dari mahasiswa adalah memajukan bangsa Indonesia.
  • Sabtu, 23 April 2011

  • Bayar Kuliah Sendiri, Yuk!

    OKEZONE - Kamu mau kuliah tapi tak ingin membebani orangtua? Simak tawaran menarik dari Sampoerna School of Education (SSE) berikut ini!

    SSE merupakan sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan yang memiliki misi melahirkan generasi baru guru Indonesia. Saat ini, SSE menyelenggarakan program sarjana (S-1) keguruan dengan dua pilihan program studi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

    Kamu yang berminat merintis karir di dunia pendidikan bisa mengikuti Student Financing Program dari SSE. Program ini menyediakan bantuan biaya pendidikan selama empat tahun.

    Dengan menjadi peserta Student Financing Program, kamu tidak perlu pusing memikirkan biaya kuliah. Tapi, kamu akan diberi kesempatan mengembalikan biaya kuliah itu secara mengangsur dengan hasil kerjamu setelah lulus nanti. Asyik kan?

    "Program ini menyediakan kemudahan, fleksibel, serta tanpa bunga," demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis PSF, Rabu (20/4/2011).

    Nantinya, kamu hanya perlu menyisihkan 25 persen dari penghasilan per bulan sebagai cicilan pengembalian biaya kuliahmu. Melalui program ini pula, kamu memiliki kesempatan memperoleh tunjangan biaya hidup selama empat tahun.

    Mau tahu syaratnya? Isi formulir pendaftaran yang dapat kamu unduh dari laman http://www.sampoernaeducation.ac.id/en/admission.php atau dengan mengirimkan email ke alamat emawati@sampoernaeducation.ac.id.

    Lengkapi formulir pendaftaranmu dengan fotokopi rapor nilai kelas 11 (semester satu dan dua) serta kelas 12 (semester satu) yang telah dilegalisasi. Kamu yang lulus tahun 2009 dan 2010 wajib menyertakan fotokopi hasil ujian akhir nasional (UAN) sekolah menengah atas (SMA).

    Sertakan juga dua lembar fotokopi kartu identitas, dua lembar pasfoto terakhir ukuran 4x6 dan berwarna, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) orangtua, fotokopi kartu keluarga (KK), surat keterangan kesehatan, serta dokumen pendukung seperti tagihan listrik, PAM, dll.

    Kamu juga harus melampirkan dua surat referensi dari dua orang yang paling mengenalmu semasa SMA. Orang itu bisa jadi kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, atau guru bimbingan dan konseling (BK).

    Buruan daftar ya! Tenggat waktu pendaftaran gelombang dua Student Financing Program adalah 28 April 2011, dan gelombang tiga pada 2 Juli 2011.

    Masih butuh informasi? Kamu bisa hubungi Emma atau Sasti di nomor telepon 021-5772275 ext.7287 atau 0858 8234 9553.(rfa)
  • Minggu, 09 Januari 2011

  • LOWONGAN ODP DAN ADP BNI TAHUN 2011

    informasi lebih lengkap bisa anda ambil disini disini semoga bermanfaat
  • Minggu, 18 Juli 2010

  • Hati-Hati Cari Beasiswa

    AKARTA - Meski informasi tentang beasiswa dalam dan luar negeri banyak tersedia di internet. Ada baiknya kita hati-hati dan menyaring semua informasi yang kita dapatkan.

    Reny Y dalam buku Kuliah Gratis di Luar Negeri menjelaskan, agar informasi tentang beasiswa yang kita dapatkan dari internet akurat, kita sebaiknya mengecek silang informasi tersebut dengan informasi lain yang berkaitan. "Waspada juga terhadap beasiswa palsu," tulis Reny.

    Menurut Reny, ada empat pertanyaan sebagai indikator apakah suatu informasi tentang beasiswa akurat atau tidak. Pertama, apakah informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan? Kedua, apakah lembaga pemberi beasiswa tersebut telah dikenal luas? Ketiga, apakah beasiswa yang ditawarkan di internet itu memiliki nilai prestise? Keempat, apakah ada informasi lain yang bisa mendukung keberadaan beasiswa tersebut?

    "Jika keempat pertanyaan tersebut bisa dijawab, maka bisa dipastikan informasi beasiswa yang kita peroleh tersebut asli," imbuh Reny.

    Reny juga menampilkan beberapa lembaga resmi yang menyediakan informasi mengenai institusi-institusi pendidikan palsu yang seringkali menawarkan beasiswa/kuliah gratis kepada para "korban"nya. Lembaga tersebut adalah The Australian Department of Education, Science, and Training (www.dest.gov.au), yang memberi informasi tentang lembaga-lembaga pendidikan palsu di Australia. Ada juga Council for higher Education Accreditation (CHEA). Di situs www.chea.org ditampilkan informasi tentang gelar palsu dan berbagai lembaga pemberi akreditasi palsu.

    Jangan khawatir tertipu. Sebab, George Gollin's Website (www.hep.uiuc.edu) memberi kita panduan untuk melacak dan mengidentifikasi gelar-gelar kesarjanaan palsu.
  • Kamis, 24 Juni 2010

  • Mendiknas : Silahkan Buktikan Saja!

    Okezone.com - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh membantah apabila Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) lebih memilih menggunakan produk software buatan luar negeri ketimbang dalam negeri.

    Bahkan, Muhammad menantang para pengusaha software untuk membuktikan tuduhan tersebut. "Silahkan dibuktikan saja," kata Muhammad di Jakarta, Rabu 23 Rabu kemarin.

    Menurutnya, Kemendiknas justru menggunakan produk lokal. Namun demikian, Nuh mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh kalangan pengusaha, yang di antaranya adalah kualitas bahan dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

    Namun Muhammad mengatakan, dari segi harga, apabila produk impor lebih mahal maka Kemendiknas diperbolehkan untuk membeli produk impor. Meskipun, kata dia, secara logika harga produk perangkat lunak produksi dalam negeri tentu lebih murah.

    Dihubungi secara terpisah, Pjs Ketua Umum Kadin Adi Putra Taher mengaku kecewa dengan pernyataan Mendikna. Menurutnya. harga software dalam negeri cukup bersaing.

    Selain itu, sambungnya, kualitas software dalam negeri sangat bagus, Hal ini, kata dia, terlihat dari produk software dalam negeri yang telah dipergunakan di luar negeri.

    "Tidak ada alasan bagi mereka untuk mengunakan produk impor, baik secara harga dan kualitas," tegas Adi.

    Hal senada diungkapkan oleh Ketua Kluster Pengembangan Konten Edukasi Harry S Chandra. Harry pun membantah jika harga jual software dalam negeri jauh lebih mahal dibanding produk impor.
    "Harga produk kita harganya kompetitif kok dengan produk impor," kata Harry.

    Lebih lanjut Harry mengatakan, dalam kontrak pengadaan barang yang dikeluarkan Kemendiknas pada tahun ini, tendernya dimenangkan oleh produk-produk impor. Dari tiga tender yang disediakan, hanya satu dimenangkan oleh perusahaan lokal.

    Harry menuturkan, Kemendiknas telah mengunakan produk software edukasi impor sejak dua-tiga tahun.

    Atas hal tersebut, Hary menyatakan, telah mengirimkan surat kepada Menteri Perindustrian untuk meminta dukungan. Dia mengaku kecewa dengan sikap Kemendiknas. Persoalannya, industri software pendidikan dalam negeri memiliki kualitas yang jauh lebih bagus dibanding produk luar negeri.

    “Masih belum mengerti mengapa Kemendiknas melakukan hal seperti itu. Padahal, negara lain saja sudah banyak yang memakai produk software edukasi buatan Indonesia,” ucapnya.

    Selain itu, produk software yang diimpor dari negara-negara tersebut tidak diakreditasikan terlebih dulu di Kemendiknas sebelum diedarkan. Padahal, seluruh produk software Indonesia yang dijual di dalam negeri harus diakreditasi dan lolos uji penyaringan terlebih dulu.

    “Kalau kita ekspor software harus disesuaikan, seperti bendera harus menggunakan warna bendera negara yang dituju. Masa software pendidikan yang beredar di kita menggunakan bendera negara lain. Ini tidak adil,” paparnya.

    Hary berharap pemerintah lebih adil dalam memberikan kepastian usaha.Lebih lanjut,dia mengatakan, pasar software pendidikan di dalam negeri cukup besar. Dia memperkirakan, perputaran bisnis dari produk ini mencapai Rp2 triliun per tahun.mencapai Rp750 miliar.
  • Senin, 24 Mei 2010

  • Pemuda Indonesia, Dulu dan Kini


    Okezone.com - ”Berilah aku seratus orang tua. Dengan seratus orang tua ini aku akan memindahkan Gunung Semeru. Tetapi, beri aku sepuluh pemuda, karena dengan mereka aku akan mengguncangkan dunia.”

    Demikian seruan Ir Soekarno pada Kongres II Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang menunjukkan bahwa Bung Karno begitu menghargai pemuda dan menunjukkan betapa kuatnya pemuda. Berlebihankah pernyataan Presiden Republik Indonesia pertama itu? Tentu tidak. Sejarah telah membuktikan betapa pentingnya arti pemuda dalam pergerakan kebangsaan.Pemudalah yang menjadi lokomotif perjuangan kemerdekaan di Indonesia dan penyeru kebangkitan nasional.

    Telah banyak peristiwa yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diprakarsai para pemuda. Misalnya, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang sekarang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional,dan Proklamasi 17 Agustus 1945.

    Pada masa itu para pemuda bersatu padu mewujudkan cita-cita memerdekakan bumi pertiwi tanpa membeda-bedakan suku,agama,dan kebudayaan demi satu tujuan,yakni Indonesia merdeka.Sekarang di mana semangat para pemuda itu? Para pemuda sekarang mayoritas hanya diam, peduli pada nasib masing-masing. Jiwa nasionalis dan sosial seakan memudar. Kalaupun ada yang peduli pada nasib bangsa ini,jumlahnya tidak lebih besar dari yang apatis.

    Bahkan, banyak dari mereka yang ”peduli” hanya berteriak-teriak memprotes pemerintah tanpa bergerak sendiri, bertindak, atau berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang berarti untuk kemajuan bangsa. Jarang ditemukan, misalnya tindakan konkret seperti memberi pendidikan pada anak-anak yang kurang mampu dengan mendirikan kelompok- kelompok belajar, atau kegiatan lain sesuai kemampuan dan keahlian dari para pemuda Indonesia sendiri.Lebih ironis lagi, pemuda masa kini justru dianggap sebagai generasi yang kurang produktif, kurang bertanggung jawab, dan mudah terpengaruh.

    Namun, tentu saja pemuda saat ini juga masih berperan untuk bangsa ini.Kita masih sering melihat bagaimana para pemuda menentang kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

    Misalnya, disahkannya Undang-Undang No 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) beberapa waktu lalu, yang pada akhirnya dibatalkan atas desakan masyarakat dan mahasiswa. Namun, rakyat masih berharap lebih dari peran pemuda. Peran itu adalah pemuda dituntut ikut andil dalam memajukan dan menyejahterakan bangsa. Karena itu, pemuda Indonesia kini harus segera berbenah diri demi kemajuan bangsa ini.Indonesia butuh pemuda yang idealis, nasionalis, berjiwa patriot, ikhlas, cerdas, dan cepat dalam bertindak. (*)
  • Minggu, 23 Mei 2010

  • Ujian Masuk PTN Dua Kali, DPR Akan Panggil Mendiknas

    Okezone - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memanggil Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo terkait pelaksanaan saringan ujian nasional masuk perguruan tinggi negeri yang dilakukan sebanyak dua kali pada tahun 2008 ini.

    "Ujian dua kali itu memang akibat masalah dana SPMB yang menurut beberapa universitas tidak transparan. Tapi jelas, ini bukti gagalnya Mendiknas untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata Anggota Komisi X DPR Anwar Arifin kepada okezone, Selasa (5/8/2008).

    Dua ujian saringan masuk perguruan tinggi yang dimaksud Anwar ini adalah Ujian Masuk Bersama (UMB) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Menurut Anwar, seharusnya Mendiknas sebagai penanggung jawab sistem pendidikan nasional saat masalah itu terjadi tegas bertindak kepada universitas agar jian saringan masuk perguruan tinggi dilakukan satu kali.

    Pasalnya, kata Anwar, dualisme saringan ujian masuk tersebut menyebabkan rakyat menderita karena menimbulkan kebingungan di masyarakat. Sehingga jika ada pihak yang tidak mengerti, maka akan mendaftar pada dua kali ujian itu.

    "Jadi tidak efektif. Pengeluaran dua kali, kasihan rakyat. Padahal mereka membutuhkan pendidikan," kata dia.

    Untuk itu, Komisi X akan mengagendakan memanggil Mendiknas setelah masa reses anggota DPR selesai.

    "Biar nanti tidak terjadi lagi. Kalau Mendiknas tidak bisa melakukan, kami akan minta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Perpres agar universitas mematuhinya," tuturnya menjelaskan.
  • Sabtu, 22 Mei 2010

  • Peserta Ujian Kuliah Negeri Membeludak!

    AKARTA - Minat para siswa masuk kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat tinggi. Tahun ini tercatat 126.404 siswa mengikuti Ujian Masuk Bersama (UMB) PTN 2010. Jumlah ini naik sekitar 51 ribu dari 74.544 siswa peserta UMB-PTN tahun lalu.

    Demikian disampaikan Sekretaris Perhimpunan SPMB Nusantara (PSPMBN) Prof Dr Sutjipto, dalam keterangan persnya hari ini di Sekretariat PSPMBN Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

    "Alhamdulillah pelaksanaan UMB hari ini berjalan lancar," papar Sutjipto.

    Dijelaskan Sutjipto keketatan kompetensi memasuki PTN tahun ini meningkat, dari 1:9 tahun lalu menjadi 1:12. Ini berarti satu orang siswa harus bersaing dengan dua belas siswa lainnya untuk masuk PTN.

    UMB-PTN 2010 digelar serntak di dua belas PTN di seluruh Indonesia, yaitu Universitas SyiahKuala (Unsyiah), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Jambi (Unja), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, UIN Makassar, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Palangkaraya (Unpar).

    "Pelaksanaan UMB adalah salah satu jalur penerimaan calon mahasiswa baru. Banyaknya jalur yang dibuka adalah untuk memberi banyak kesempatan bagi calon mahasiswa untuk masuk PTN," papar Rektor UNJ Prof. Bejo Sujanto sebagai penanggungjawab UMB-PTN 2010.

    Khusus di Jakarta, tercatat 37.463 siswa yang mengikuti UMB-PTN 2010 begitu juga di Medan, tercatat 35.676 siswa. (rhs)
  • Senin, 03 Mei 2010

  • Samosir - Pencarian Desa Sabulan Terus Berlanjut

    Samosirkab.go.id - Pencarian Korban Banjir Lumpur yang melanda Desa Sabulan dan Desa Buntu Mauli terus berlanjut hingga Sabtu (01/05). Rusaknya jalan penghubung Desa Buntu Mauli ke Desa Sabulan mengakibatkan alat berat yang dikerahkan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk pencarian korban terhambat menuju lokasi.

    Pencarian korban oleh masyarakat TNI, POLRI, Tim SAR dan tenaga sukarelawan mengalami kendala karena hanya menggunakan alat sederhana dan seadanya. Namun semangat untuk melakukan pencarian tidak menurun dan tidak mengenal lelah. Hingga Minggu (01/05) pukul 18.00 Wib korban yang terdiri dari ibu (Lidya br. Tamba) dan tiga orang anaknya belum ditemukan. Kemungkinan besar korban tertimpa bebatuan sehingga pencarian difokuskan disepanjang Sungai Balohan. Korban yang tewas, Marsaulina Situmorang telah dikebumikan di Dusun Sosor Tolong diiringi isak tangis keluarga dan masyarakat.

    Upaya pencarian korban banjir lumpur yang belum ditemukan di Desa Sabulan Kec. Sitiotio terus dilakukan oleh TIm SAR, TAGANA, TNI/POLRI dan Tim Relawan.

    Upaya pencarian korban banjir lumpur yang belum ditemukan di Desa Sabulan Kec. Sitiotio terus dilakukan oleh TIm SAR, TAGANA, TNI/POLRI, Tim Relawan dan masyarakat .

    Mulai pagi hingga sore lokasi rumah Manalsal Situmorang yang sudah hanyut terbawa banjir terus dipadati masyarakat yang datang silih berganti dari berbagai kalangan untuk memberikan bantuan. Kondisi Juanda Situmorang (anak yang selamat) mulai membaik, walau luka disekitar tubuhnya masih tampak jelas.

    Sementara itu di Desa Rassang Bosi warga yang terkena musibah masih terus melakukan pembenahan dan pembersihan terhadap rumah mereka. Posko Bantuan Bencana di Dua Desa tersebut masih terus aktif dan tetap berharap bantuan-bantuan dari berbagai pihak.


  • Search....

    Doa Seorang Anak Pada Saat Wisuda Mahasiswa/i Medicom

    ingin memberikan komentar tentang video ini, Silahkan klik disini». Terima Kasih

    Copyright @ 2013 Sahabat Medicom.